Pada Saatnya ....

 Pada Saatnya ..

ini menceritakan saya yang pada akhirnya menyadari hati sanubari saya yang berada didunia kerja .

saya sebenernya muak ..

saya sebenernya kesal ..

saya sebenernya jenuh ..

saya sebenernya dongkol ..

mereka yang menghubungi saya cuma ada butuh nya saja ..

cuma ada mau nya saja ..\

saya juga bosan dengan pekerjaan saya yang cuma itu itu saja .

saya pernah memohon kepada salah satu pegawai saya untuk meminta pekerjaan untuk menambah ilmu saya untuk menambah wawasan saya tapi pegawai tersebut hanya "iya,iya saja"

dari omongan salah satu pegawai itu saya selalu berpikir positif bahwa saya bakal dikasih kerja tambahan yang dimana saya bakal mampu mengerjakan nya dan saya sudah tidak sabar untuk mendapatkan nya . 

tapi selang 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, sampai 1 tahun dan 2 tahun kerjaan tambahan itu tidak juga datang kepada saya . dari problema itu saya merasakan kesal, jenuh, ingin marah besar .

ketika aku ingin meminta kerja tambahan lagi ke salah  satu pegawai ku, hati saya langsung berkata "sudah jangan memintanya lagi, cukup sekali saja . kenapa begitu ?" "karena kalo dia memberimu kerja tambahan kepada mu, dia akan memberi kerja tambahan nya dengan terpaksa, dengan kasian kepada mu . dari itu dia ga akan tulus memberi kerja tambahan nya kepada mu" "sudah, nikmati saja pekerjaanmu walau itu membosankan, menjenuhkan, boring, ga ada daya semangat, ga ada daya motivasi, dan apalah itu" "aku tahu kamu bosan dengan kerjaan kamu yang itu itu saja, sampai berjalan ke 7 tahun, maka itu kita nyari ilmu tambahan saja dari luar untuk menambah wawasan kamu, walau kamu harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit" dari perkataan hati ku langsung menamparku yang begitu sadar bahwa semua itu tidak bisa dipaksakan sekecil apapun itu .

setelah mengerti perkataan itu , aku hanya bisa meratapi ..

hanya bisa memahami, hanya bisa menyadari ..

bahwa semua nya benar .



Komentar